|
Kronologi Singkat Sejarah Indonesia
Era Pra Kolonial
Sekitar tahun 100 -
200
Kerajaan
"Dwipantara" atau "Jawa Dwipa" sebagaimana dikisahkan oleh para sarjana
India berada di Jawa dan Sumatra. Menurut prasasti yang ditemukan -
Pangeran Ajisaka memperkenalkan sistim penulisan bahasa Jawa berdasarkan
naskah yang dari India Selatan.
Kerajaan Hindu yang
memerintah di wilayah sekitar Kutai di Kalimantan yaitu Kerajaan
"Langkasuka" ditemukan di sekitar Kedah di Malaya (kini Malaysia)
Sekitar tahun 130
Kerajaan Salaka atau
Salanka, atau ada yang menyebut Salakanagara, ditemukan di daerah
Jawa Barat
Sekitar tahun 400
Kerajaan Taruma atau
Tarumanegara berkembang di Jawa Barat. Pada awal masa ini, banyak
diperkenalkan berbagai macam tanaman ke Indonesia, termasuk merica dan
pohon jati.
Naskah Wangsakerta ,
sebuah dokumen yang di tulis di Cirebon yang ditulis beberapa tahun
kemudian, menyebutkan bahwa kerajaan pertama Tarumanegara - memegang
kekuasaannya di tahun 358 termasuk diantara isi tulisan tersebut adalah
nama raja-rajanya sampai dengan tahun 669.
Hindu, salah satu
agama ke lima di Indonesia.
Awal peradaban di
Jawa dan Sumatra sangat dipengaruhi oleh budaya India. Sekarang ini
budaya Indonesia termasuk bahasanya masih memperlihatkan pengaruh dari
bahasa dan sastra Sansekerta(Sanskrit) (Seribu tahun pertama atau
sekitar itu, tidak terdokumentasi dengan baik. Tanggal peristiwanya
hanya diperkirakan saja)
Sekitar tahun 425
Agama Budha
berkembang di Sumatra.
Sekitar tahun 500
Awal berdirinya
kerajaan Srivijaya atau Sriwijaya di dekat Palembang, di Sumatra.
Sekitar tahun 600
Kerajaan Melayu
berkembang di sekitar daerah yang sekarang kita sebut Jambi di Sumatra.
Catatan: Naskah
Cina seputar masa ini menyebutkan kerajaan-kerajaan yang ada di Jambi
dan Palembang di Sumatra, dan tiga kerajaan di Jawa, sebuah kerajaan di
bagian barat terkait naskah dengan
nama Taruma, sebuah
kerajaan di jawab tengah yang disebut " Kalinga ", and dan kerajaan di
bagian timur dengan ibu kotanya mungkin di dekat kota Surabaya atau
Malang.
Sekitar tahun 670
Pengembara Cina
IChing mengunjungi Palembang, ibu kota kerajaan Srivijaya.
Candi-candi Hindu
temples dibangun di dataran tinggi Dieng plateau - Jawa Tengah Sekitar
masa ini pula Kerajaan Sunda pertama muncul setelah berakhirnya
kekuasaan
Tarumanegara.
Sekitar tahun 686
Srivijaya menguasai
kerajaan melayu di Jambi, dan mengirim ekspedisi untuk melawan
kerajaan-kerajaan di Jawa. Catatan:
Batu berbentuk
tablet tertanggal 683 dan 686 dari Sumatra Selatan dan Bangka
menjelaskan tentang kampanye militer kerajaan Srivijaya melawan
kerajaan-kerajaan Melayu dan Java.
Tulisan itu dikenal
paling tua yang ditulis dalam bahasa Malayo-Polynesian.
Sekitar tahun 700
Kerajaan Suwawa
berdiri di Sulawesi Utara Catatan:
menjelas masa ini
Srivijaya juga mengalahkan Kedah,di Malaya Peninsula
Sekitar tahun 732
Sanjaya menemukan
garis keturunan Pangeran Sanjaya di Jawa Tengah.
Sekitar tahun 770
raja Sailendra
Vishnu (atau Dharmatunga) mulai membangun Borobudur.
Mulai melakukan
kegiatan pembangunannya di tanah datar Prambanan.
Catatan: Agama
Budha yang menjadi panutannya merupakan agama ke lima di Indonesia
Tahun 782
Sailendra king
Vishnu is succeeded by Indra (or Sangramadhanamjaya).
Sekitar tahun 790
Kerajaan Sailendra
kingdom menyerang dan mengalahkan Chenla (sekarang disebut Kamboja);
memerintah Chenla
selama kurang lebih 12 tahun.
Catatan: Raja
Sailendra ingat bahwa nenek moyangnya berasal dari apa yang sekarang
disebut Thailand atau Kamboja.
Sekitar tahun 812
Raja Sailendra -
Indra digantikan oleh Sangramadhanamjaya).
Sekitar tahun 825
Borobudur
diselesaikan pembangunannya dibahwa kepemimpinan raja Samaratungga.
catatan:
Borobudur merupakan
candi Budha terbesar yang dikelilingi oleh gunung-gunung berapi yang
jauhnya hanya beberapa kilometer antara wilayah yang sekarang disebut
Magelang dan Yogyakarta. Tingkatan-tingkatan pada candi tersebut
menggambarkan tahap-tahap pencerahan. Stupa besar yang ada ditengahnya
dalam bentuk kosong. Banyak dari relief patung yang indah itu digunakan
untuk mendidik para biksu muda.
Sekitar tahun 835
Raja Samaratungga
wafat. Putranya yang masih muda Balaputra telah dinobatkan untuk
menggantikannya oleh kakak dari ibunya, Patapan dari Sanjaya, yang
mengubah ajaran Budha di Jawa dengan ajaran Hindu.
Catatan:
Sementara pada masa
ini agama Budha telah tersebar sampai ke Lombok di Timur jauh.
Sekitar tahun 838
Patapan digantikan
oleh putranya
Rakai Pikatan (atau
Jatiningrat).
Sekitar tahun 846
Tidore dikunjungi
perwakilan Caliph al-Mutawakkil dari Baghdad.
Sekitar tahun 850
Pikatan mengalahkan
dengan kekuatan Balaputra, kemudian turun dari singgasananya untuk
menjadi pertapa. Ia digantikan oleh Kayuwani.
Balaputra, yang
menuntut turunnya Sailendra, melarikan diri ke Sumatra dan mengambil
aleh kekuasan di Srivijaya. Raja Warmadewa memerintah Bali.
Catatan:
Sekitar masa ini
kami mendapatkan versi dari cerita Ramayana dalam bahasa Jawa Kuno.
Karya ini sungguh luar biasa dan kemungkinan banyak karya-karya dari
Jawa Kuno yang tidak mampu dipertahankan.
Sekitar tahun 898
Raja Sanjaya -
Balitung mengambil alih kekuasaan di Jawa Tengah.
Catatan: Batu
berbentuk tablet dari raja Balitung pertama kali menyebut "Mataram" di
Jawa Tengah.
Tahun 910
Raja Sanjaya - Daksa
menggantikan Balitung di Mataram. Ia mulai membangun candi-candi Hindu
utama di Prambanan.
Tahun 919
Raja Sanjaya -
Tulodong menggantikan Daksa; sampai tahun 921.
Tahun 924
Raja Sanjaya - Wawa
mengambil alih kekuasaan Mataram, memerintah sampai tahun 928.
Tahun 929
Raja Sanjaya - Mpu
Sindok mengambil alih kekuasaan. Ia memindahkan pusat kekuasaannya dari
Mataram ke Jawa Timur (dekat Jombang).
Catatan:
Gunung Merapi
meletus pada tahun 928 atau 929 menjadi alasan mengapa raja Mataram itu
memindahkan pusat kekuasaannya termasuk perangkat-perangkat utamanya ke
daerah Timur.
Tahun 947
Sri Isyana
Tunggawijaya, putri Mpu Sindok, menggantikan Mpu Si.dok sebagai penguasa
di Jawa Timur.
Sekitar tahun 975
Raja Udayana dari
Bali, ayah Airlangga, lahir.
Tahun 985
Dharmavamsa menjadi
raja Mataram. Ia mengalahkan Bali dan menemukan kediaman barunya di
Kalimantan Barat.
Catatan:
Dharmavamsa juga
inga mememrintahkan untuk menterjemahkan kitab mahabaratha ke dalam
bahasa Jawa.
Tahun 990
Dharmavamsa dan
Mataram mengirimkan tentaranya ke luar negeri untuk menyerang Srivijaya
dan mengambil alih Palembang, tetapi gagal.
Tahun 992
Raja
Chulamanivarmadeva dari Srivijaya mengirimkan duta besarnya ke Cina
untuk meminta perlindungan terhadap kekuasaan Dharmavamsa dari Jawa.
Tahun 1006
Srivijaya menyerang
dan menghancurkan ibu kota Mataram. Istananya dibakar, dan Dharmavamsa
terbunuh. Airlangga (yang baru berusia 15 tahun) melarikan dari dari
peristiwa penghancuran tersebut. Beberap tahun kemudian juga terjadilah
kekisruhan di Jawa Timur.
Tahun 1017
Rajendra Chola, raja
Coromandel di India, menyerang Srivijaya.
Tahun 1019
Airlangga mengambil
alih kekuasaan di Jawa Timur, menemukan kerajaan Kahuripan, melakukan
perjanjian damai dengan Srivijaya, melindungi pengikut agama baik agama
Hindu dan Budha.
Setelah beberapa
tahun memerintah Jawa Timur, dan Bali, menyatukan wilayah-wilayah yang
selama ini saling tidak bersahabat.
Catatan:
Airlangga dikenang
oleh bangsa Indonesia saat ini sebagai sosok model yang memiliki
toleransi terhadap penganut agama. Pada awalnya ia menghabiskan waktunya
sebagai pertapa.
Tahun 1025
Rajendra Chola dari
India Selatan mengambil alih Malaya Peninsula dari kerajaan Srivijaya
dan memerintah selama dua puluh tahun. Chola melancarkan serang ke Jambi
dan daerah-daerah lain di Sumatra.
Airlangga membangun
kekuasaan dan mempengaruhi Kahuripan ketika Srivijaya mulai lemah.
Catatan:
Dibawah kekuasaan
Airlangga, pelabuhan-pelabuhan yang ada di pantai utara Jawa, khususnya
Surabaya dan Tuban, menjadi pusat perdagangan penting untuk pertama
kalinya. Hal ini sebagian disebabkan karena semakin lemahnya kekuasaan
Srivijaya, sehingga membuat perdagangan di sana tidak aman.
Sekitar masa ini, Tumasik merupakan kerajaan kecil yang terletak
didaerah yang sekarang ini disebut Singapora. Sebagian wilayah ini bisa
jadi dipengaruhi oleh kerajaan di India Selatan.
Juga disekitar masa
ini kerajaan Panai berkembang di wilayah Batak di Sumatra Utara.
Tahun 1030
Airlangga menikahkan
putrinya dengan Sangrama Vijayottungavarman, Raja Srivijaya.
Tahun 1045
Airlangga membagi
Kahuripan, Janggala (di daerah yang sekarang disebut kota Malang) dan
Kediri, untuk kedua putranya, dan kemudian ia mengabdikan dirinya
sebagai pertapa. Ia wafat empat tahun kemudian
Tahun 1068
Vira Rajendra, raja
Coromandel, mengalahkan Kedah dari Srivijaya. Chola juga menggempur
kerajaan-kerajaan di Sumatra.
Tahun 1076
Sekitar masa ini
kerajaan Tidung kingdom dibangun di sekitar Tarakan di Kalimantan Timur.
Tahun 1108
kerajaan (kemudian
diubah menjadi kesultanan) Tidore didirikan .
Tahun 1117
Kamesvara menjadi raja Kediri (sampai
1130). Ia menikahi putri Janggala dan menyatukan dua kerajaan.
Tahun 1135
Raja Joyoboyo memerintah Kediri sampai
1157.
Catatan: Joyoboyo
terkenal karena ramalannya bahwa Indonesia akan diperintah oleh orang
yang berkulit putih dalam waktu lama, kemudian oleh kulit kuning dalam
waktu singkat, kemudian merdeka. Masa kekuasaanya juga merupakan zaman
keemasan dalam literatur Jawa Kuno.
Selama masa ini
Ternate menjadi negarayang berada dibawah kekuasaan Kediri.
Tahun 1221
Ken Angrok, penguasa Tumapel,
mengalahkan prajurit Kediri (Perang Genter).
Tahun 1222
Ken Angrok membangun kerajaan
Singhasari dan bergelar raja Rajasa. Catatan:
Putri Dedes adalah
istri dari Ken Angrok. Ia adalah putri dari biksu Budha yang dibawa lari
oleh gubernur Tumapel (di sekat Malang) Jawa Timur. Ken Angrok sendiri
mencuri Putri Dedes dari suami pertamanya untuk dijadikan istri, tetapi
putri Dedes saat itu sedang hamil, dan putranya (kemudian disebut raja
Anusapati) sebenarnya adalah istri dari gubernur Tunggul Ametung.
Akhirnya Ken Angrok berkonspirasi untuk membunuh Tunggul Ametung agar ia
bisa memerintah Tumapel.
Tumapel membayar
upeti kepada Kediri sampai Ken Angrok cukup kuat untuk mengalahkan
Kediri demi kepentingannya sendiri pada tahun 1222. Penguasa terakhir
Kediri, Kertajaya, dianggap kejam dan sewenang-wenang.
Putri Dedes dikenal
sebagai sosok dari garis keturunan raja Singhasari, yang kemudian
menjadi Majapahit, Mataram, Yogya dan Solo.
Tahun 1227
Ken Angrok meninggal, dan digantikan
oleh Anusapati.
Catatan:
Sejak itu, Jambi
menjadi kerajaan yang merdeka di Sumatra.
Tahun 1247
Anusapati meninggal setelah memegang
kekuasaan secara damai selama 20 tahun. Tohjaya, anak dari Angrok dari
istri muda, menjadi raja Singhasari.
Catatan: Menurut
tradisi raja Singhasari selama ini terbunuh oleh pengganti mereka,
sebagai akibat dari kecurangan yang dilakukan oleh Ken Angrok saat
mencuri Putri Dedes.
Tahun 1250
Tohjaya terbunuh dalam suatu
pemberontakan dan diganti oleh Wisnuwardhana. Anak Anusopoati.
Tahun 1257
Baab Mashur Malamo menjadi raja Gapi
(kemudian disebut Ternate).
Tahun 1268
King Wisnuwardhana dari Singhasari
meningal, dan diganti oleh Kertanegara. Kertanegara
mengangkat persatuan
antara agama Hindu dan Budha.
Tahun 1275
Kertanegara mulai berkampanye untuk
menyatukan beberapa kerajaan di sekitar Sumatra dan Jawa (apakah dengan
cara aliansi atau menggunakan kekuatan militer masih diperdebatkan).
Catatan:
Hasil penelusuran
sejarah menunjukkan bahwa sangat banyak ragam kisahnya mengenai
Kertanegara. Bebara diantaranya ada yang mengatakan bahwa beliau adalah
peminum dan penuh birahi. Sementara yang lain mengatakan bahwa beliau
adalah seorang suci dan pertapa
Tahun 1280
Sekelompok masyarakat jawa dari
Kediri, yang merasa tidak senang dengan Kertanegara, tinggal di sekitar
Kutai di Kalimantan.
Catatan: Sekitar
masa ini, kerajaan Thai - Sukhotai mulai mengambil bagian di Malaya
Peninsula yang termasuk menjadi kekuasaan Srivijaya.
Tahun 1284
Kertanegara mengambil alih Bali untuk
kepentingan Singhasari. Raja terakhir Warmadewa
terbunuh.
Tahun 1289
Kublai Khan mengirim utusan ke
Singhasari untuk menuntut upeti; Kertanegara mengiris mukanya dan
mengirimkannya kembali ke Cina.
Tahun 1290
Kertanegara mengambil alih kerajaan
Melayu di Sumatra sekitar Jambi.
Catatan:
Sekitar masa ini,
Kertanegara juga mengambil alih wilayah Sunda di Jawa Barat, dan
menyatukan seluruh pulau Jawa.
Tahun 1292
Marco Polo mengunjungi Sumatra dan
Jawa. Kublai Khan bersiap-siap mengirim 1000 kapal perang ke Jawa.
Kertanegara terbunuh dalam pemberontakan itu; anak tirinya Wijaya
melarikan diri dan membangun kerajaan di Majapahit (sekarang Trowulan),
dengan bantuan Arya Wiraraja, penguasa dari Madura.
Bali memisahkan diri
dari Singhasari dibawah kepemimpinan raja Pejeng di Ubud.
Mongol bergerak
menuju Jawa; mendarat di Tuban.
Catatan:
Majapahit salah satu
dari sedikit kerajaan yang bisa mengalahkan serangan dari Mongol,
bersama dengan Jepang dan Mesir. Akan tetapi perjalanan Mongol dihantam
oleh gelombang besar, dan menolak izin berlabuh di Champa (sekarang
Vietnam) untuk mengambil bahan-bahan persediaan. Saat itu pelayaran
akhirnya berlabuh di Tuban, dan tentaranya dalam keadaan sakit dan
lemah.
Tahun 1293
Wijaya membentuk
aliansi dengan tentara Mongol melawan siswa-sisa pemberontak dari
Singhasari di Kediri, yang dipimpin oleh Jayakatwang.
Gabungan pasukan
Mongol/tentara Cina dan Majapahit mengambil alih Kediri. Wijaya kembali
ke Trowulan, kemudian menyerang Mongols dalam suatu serangan yang
mendadak. pasukan Mongols mundur dan melarikan diri dari Jawa. Wijaya
diberi gelar sebagai raja Kertarajasa Jayawardhana dari kerajaan
Mojopahit yang baru.
Menurut tradisi,
Vijaya menikahi keempat istri dari mantan raja Kertanegara. Sesuatu yang
menurut transi ini merupakan perlambang bahwa keempat putri tersebut
mewakili Bali, Madura, Sumatra (Jambi) dan Kalimantan, wilayah-wilayah
terpencil lainnya tergantung pada kerjaan.
Wijaya diangkat
sebagai raja Kertarajasa dari Majapahit, dalam sebuah patung saat itu.
Tahun 1295
Pemberontakan
melawan raja Kertarajasa dariMajapahit, dipimpin oleh Rangga Lawe,
dipatahkan
Tahun 1297
Pasai di Sumatra memeluk agama Islam.
Sultan Malek Saleh adalah pengauasa Muslim pertama di negeri yang
sekarang disebut Indonesia.
Tahun 1298
Pemberontakan melawan Kertarajasa, yang
dipimpin oleh Sora, digagalkan. Pemberontakan itu berlangsung selama dua
tahun yang akhirnya berhasil dipatahkan.
Tahun 1309
Jayanegara menjadi raja Majapahit.
Tahun 1316
Pemberontakan yang dipimpin oleh Nambi, anak dari mantan Senopatinya,
dipatahkan oleh Jayanegara.
Catatan: Beberapa
pengamat mengatakan bahwa pemberontakan terhadap Majapahit karena
menolak kebijakan yang diterapkan oleh Majapahit, dimana pasukan-pasukan
dari Jawa tidak menyukai anggota dari "luar pulau" seperti dari Sumatra
dan wilayah jahan lainnya
.
Tahun 1319
Pemberontakan yang dipimpin oleh Kuti memaksa Jayanegara mengungsi ke
pedalaman. Dan bangkitnya perlawanan terhadap Kuti membuat Jayanegara
kembali ke istananya.
Catatan: Selama
pemberontkaan tersebut, Jayanegara dibantu oleh prajurit muda dari
pengawalnya-Gajah Mada. Gajah Mada disusupkan masuk ke kota secara
sembunyi-sembunyi, dan mulai menebar rumor bahwa raja Jayanegara telah
terbunuh. Berita ini sangat tidak popupler dimata masyarakat, dengan
mengatakan kepada Gajah Mada bahwa Kuti tidak disukai karena itu
kekuasaaan Kuti harus diakhiri.
Tahun 1328
Jayanegara dibantai, kemungkinan dengan bantuan Gajah Mada. Tribhuwana
Wijayatungga Dewi, putri dari Kertarajasa, menjadi pimpinan tituler
sampai 1350.
Catatan:
Tradisi mengatakan
bahwa Jayanegara telah mencuri istri dari Gajah Mada. Gajah Mada,
seorang Senopati Tinggi, berkonspirasi dengan ahli pengobatannya untuk
membunuh raja selagi sakit, kemudian berbalik membunuh ahli pegobatan
itu karena dituduh telah membunuh raja. Sekitar masa ini , Odoric dari
Pordonone, a seorang penda Franciscan dari Itali, mengunjungi
Jawa, Sumatra, dan
Kalimantan.
Tahun 1330
Gajah Madah menjadi patih atau kepala Senopati Majapahit, dengan jabatan
sebgai bupati.
Tahun 1333
Kerajaan Pajajaran didirikian, dengan ibu kotanya di Pakuan dekat kota
Bogor sekarang.
Tahun 1334
Hayam Wuruk lahir dari ibu Tribhuwana Wijayatungga Dewi; pewaris tahta
Majapahit.
Catatan:
Salah satu daerah
yang tidak bisa ditaklukkan oleh Majapahit adalah daerah Sunda di Jawa
Barat, kerajaan Pajajaran. Kerajaan ini kadang-kadang membayar upeti ke
Majapahit, tetapi dikenal karena perilakunya yang merdeka.
Tahun 1343
Kekuatan pasukan dibawah Gajah Madah menaklukkan kerajaan Pejeng di
Bali, dengan rajanya Dalem Bedalu, dan mengambil alih Bali dibawah
kekuasaan Majapahit.
Catatan: Patung
Gajah Madah dari tahun 1300an. Dengan Gajah Madah sebagai kepala
senopati, kerajaan Majapahit bisa mengendalikan atau mengumpulkan upeti
dari sebagian besar wilayah yang kini disebut Indonesia. Ia dikenal
karena "Sumpah Palapa", mengatakan bahwa ia menolak makan palapa sampai
seluruh pulau bersatu dibawah satu kekuasaan. Sekarang di Yogyakarta,
sebuah universitas menggunakan namanya.
Sekitar masa ini,
riwayat yang dikisahkan secara tradional mengatakan bahwa Majapahit
mengumpulkan upeti dari "Makassar, Gowa, Banda, Sumbawa, Ende, Timor,
Ternate, Sulu, Seram,
Manila, dan Burni
(Brunei?)". Palembang serta Bali yang juga dibawah kekuasaan Majapahit,
hanya saja lebih banyak bermasalah.
Tahun 1345
Pengembara bangsa Arab serta penulis Ibn Battuta mengunjungi Pasai di
Sumatra.
Catatan: Ibn
Battuta melaporkan bahwa Ummat Islam yang ia temui mengikuti madhhab
Shafi'i, yang diikuti oleh hampir semua ummat Islam di Indonesia
sekarang ini.
Tahun 1347
Adityavarman, raja Melayu or Jambi, memerintah Minangkabau untuk
Majapahit.
Catatan:
Adityavarman yang
merupakan perwakilan dari kerajaan Majapahit adalah seorang bocah
laki-laki. Ketiusianya menginjak dewasa, ia memerintah kerajaan Melayu
sebagai kaki tangan Majapahit, serta memperluas pengaruh ke dalam
wilayah Minangkabau di Sumatra.
Tahun 1350
Hayam Wuruk menjadi raja Majapahit.
Majapahit
mengalahkan kerajaan Islam Pasai dan Aru (kemudian Deli, di dekat Medan)
di Sumatra Utara.
Catatan: Penyair
Mpu Tantular dari Majapahit, yang sampai saat ini dikenal dengan
motonya "Bhinneka Tunggal Eka", yang menjadi moto bangsa Indonesia saat
ini. (The meaning is very similar to the United States' "E Pluribus
Unum": "Unity in Diversity".) berbeda-beda tetapi tetap satu.
Tahun 1351
Hayam Wuruk berkenan ingin menyunting putri dari kerajaan Pajajaran.
Raja Pajajaran setuju, dan pergilah beliau ke Bubat di Jawa timur untuk
mengadakan pesta pernikahan. Pada detik-detik terakhir, Gajah Mada
mendesak agar putrinya diserahkan sebagai upeti atas merdekanya seorang
raja. Raja Pajajaran menolak untuk menyerahkannya, terjadilah
pelanggaran, dan seluruh prajurit Pajajaran dibunuh. Pajajaran becomes
tergantung kepada Majapahit selama beberapa tahun.
Tahun 1364
Gajah Madah wafat. Banyak tanggung jawab yang diembannya dianggap
terlalu berlebihan bagi orang yang normal, karena itu tugas-tuganya
dibagikan ke empat pos pemerintahan yang baru.
Tahun 1377
Majapahit mengirimkan angkat lautnya untuk menyerang Palembang,
sisa-sisa kerajaan Srivijaya, dan mengalahkannya.
Catatan: Raja
Palembang kemudian mengirimkan utusannya ke Cina, menawarkan
kekaisarannya kepada yang mulia raja sebagai imbalan atas
perlindungannya. Kaisar Cina menerima tawaran itu, dan mengirimkan
utusannya, tetapi ketika utusan tersebut sampai di Palembang, Palembang
telah dikalahkan oleh Madjapahit dan merekapun dieksekusi.
Tahun 1387
Empu Jamatka mendirikan kerajaan di Banjarmasin.
Tahun 1389
Hayam Wuruk wafat dan digantikan oleh Wikramawarddhana. putra lainnya
Hayam Wuruk, Wirabumi, terjadi perselisihan pada penobatan itu. Mulailah
kekuasaan Madjapahit melemah.
Tahun 1400
Aceh memeluk agama Islam.
Tahun 1401
Peralihan kekuasaan menyebabkan terjadinya perang di Majapahit, yang
berlangsung selama empat tahun, dengan pemberontakan yang dipimpin oleh
Wirabumi. Kekuasaan Madjapahit mulai menurun. Paramesvara, seorang
pangeran dari Palembang (dan keturunan dari Sailendra), bergerak dari
Palembang menuju Tumasik (sekarang Singapore), yang diperintah oleh raja
dari Siam.
Paramesvara membunuh
raja tersebut dan mengambil alih Tumasik.
Bersamaan masa ini
seorang raja dari Gelgel mulai memerintah sebagai "dewa agung" di Bali.
kompleks candi di Besakih, di wilayah Gelgel di Bali:
Juga disekitar masa
ini, Palembang jatuh karena persekongkolan dengan orang-orang Cina.
Tahun 1402
Paramesvara didepak dari Tumasik oleh raja Pahang (atau mungkin Patani),
yang bertindak atas nama raja Siam. Paramesvara dengan pengikutnya
pindah ke Melaka di pantai barat Malaya.
Tahun 1404
Paramesvara mengirimkan utusannya ke Beijing, mendapatkan janji
perlindungan dari Cina
Tahun 1405
Admiral Cheng Ho berkunjung ke Semarang.
Tahun 1406
Wirabumi dieksekusi, dan kepalanya dibawa ke kerajaan Majapahit. Perang
karena suksesi berarkhir.
Tahun 1409
Cheng Ho mengunjungi Melaka untuk pertama kalinya.
Tahun 1411
Paramesvara mengunjungi Beijing sebagi kunjungan kenegaraan.
Tahun 1414
Paramesvara memeluk agama Islam, dan berganti nama menjadi Iskandar
Syah, setelah menikah dengan putri Sultan Pasai. Melaka sekarang menjadi
kesultanan Islam
Islam, salah satu
agama yang dianut di Indonesia. Agama Islam telah dianut oleh sebagian
besar pedagang di Sumatra dan Jawa. Kerajaan Singhasari dan Majapahit
kemungkinan telah mulai memluk agama Islam. Banyak yang kemudian memeluk
agama Islam setelah raja-raja loka menjadikannya agama baru. Aceh dan
Melaka diantara yang pertama memeluk agama Islam. Sebagian besar di Jawa
belum memeluk agama Islam sampai tahun 1500an.
(Sekarang ini, lebih
dari 85% of masyarakat Indonesia beragama Islam) Lihat pula Notes on
Islam in Modern Indonesia.
Tahun 1414
Masjid pertama didirikan di pulau Ambon.
Tahun 1419
Iskandar Syah dari Melaka mengunjungi Cina untuk meminta bantuan
menghadapi Siam
Tahun 1424
Iskandar Syah wafat pada usia 72. Putranya menerima gelar Sri Maharaja,
dan tak lama kemudian berkunjung ke Cina untuk mencari dukungan.
Catatan: Putra
dan cucu Iskandar Syah menggunakan nama Hindu ; beberapa sarjana
menyimpulkan bahwa Islam belum sepenuhnya berkembang di Melaka.
Tahun 1427
Ratu Suhita mewarisi kerajaan Majapahit dariWikramawardhana.
Tahun 1445
Pemberontakan orang Hindu di Melaka terhadap Islam berhasil ditekan.
Serangan Thai
terhadap Melaka berhasil ditekan mundur
Tahun 1446
Muzaffar Syah memimpin kudeta Melaka dan mengambil alih kekuasaan
Tahun 1447
Raja Brawijaya III menduduki tahta kerajaan dan bergelar
Wijayaparakramawardhana, menggantikan Ratu Suhita (Raja Wanita),
(kakaknya) yang meninggal dunia. Penyebutan Dyah Krtawijaya sebagai
Brawijaya III tersebut karena raja ini memiliki nama yang berunsur
Wijaya (keturunan Raden Wijaya) dan memiliki ilmu pengetahuan yang
tinggi, sehingga dikagumi
rakyatnya. Dalam
Prasasti Waringin Pitu disebutkan bahwa Krtawijaya bersifat Dewa Wisnu,
memiliki jiwa yang tinggi dalam pemujaan terhadap para Dewa dan
diibaratkan matahari (mentari), menyilaukan mata, bersumarak bersih
nirmala yang disebabkan kemegahan beliau karena pada tubuh sang raja
mengeluarkan cahaya (aurora). Sudah barang tentu sang raja memiliki ilmu
supranatural yang sangat tinggi.
Dalam Babad Tanah
Jawi diceritakan bahwa Dyah Krtanegara ini bernama Raden Hardiwijaya,
putra Prabu Murdaningkung. Raden Hardiwijaya ini naik tahta dengan
sebutan Prabu Brawijaya III, dengan patihnya Panular II (Adipati Patih
Demang Panular II-Pangeran Demang). Ia memeluk agama Islam atas saran
dari istrinya, Darawati, putri Champa (yang kini dikenal dengan nama
Vietnam).
Sunan Ampel,
keponakan Kertawijaya, melakukan syiar Islam.
Sunan Ampel dalam
sebuah potret tradisional. Sunan Ampel bagian dari Wali songo yang
berperan penting beliau adalah guru agama Islam yang bertugas untuk
menyebarkan agama Islam di Jawa, menjelang akhir tahun 1400an dan awal
tahun 1500an.
Tahun 1450
Sekitar masa ini, kerajaan Bugis- Wajo didirikan di Sulawesi.
Tahun 1451
Raja Kertawijaya terbunuh dan digantikan oleh Rajasawardhana, yang
menghalahi tersebarnya
agama Islam di
Majapahit.
Tahun 1453
Tahun 1453-1456 kerajaan Majapahit tidak memiliki seorang raja pun
karena pertentangan di dalam keluarga yang semakin meruncing. Situasi
sedikit mereda ketika Dyah Suryawikrama Giris?awardhana naik tahta
Tahun 1456
Serangan Thai ke Melaka melalui laut dapat dipukul mundur oleh Angkatan
perang Melaka dipimpin oleh Tun Perak. Bhre Wengker menjadi raja
Majapahit setelah terjadinya kerusuhan selama tiga tahun
Catatan: Selama
masa ini, Palembang memeluk agama Islam.
Tahun 1459
Muzaffar Syah dari Melaka digantikan oleh Raja Abdullah atau Mansur
Syah.
Mansur Syah dari
Melaka menaklukkan Kedah serta Pahang dari keuasaan Thai. Angkatan
perang Melaka dipimpin oleh Tun Perak. Pahang menjadi kesultanan Islamic
dibawh kekuasaan Melaka.
Tahun 1460
Kerajaan Aru (dekat Deli) di Sumatra menjadi merdeka
Tahun 1466
Suraprabhawa menjadi raja Majapahit.
Kyai Demung membuka
kota Sumenep di Madura; lepas dari kendali Majapahit.
Tahun 1468
Pemberontakan di kalangan istana Majapahit: Bhre Kertabhumi mendepak
Suraprabhawa turun tahta di Tumapel. Suraprabhawa memindahkan
kekuasaannya di Daha, dekat Kediri.
Catatan: Selama
masa ini, banyak pemeluk agam Hindu di Majapahit meninggalkan ja untuk
pindah ke Bali.
Tahun 1470
Kerajaan Tanah Hitu didirikan di Ambon.
Tahun 1475
Ternate dan Tidore memeluk agama Islam.
Tahun 1477
Ala'uddin Riayat Syah, putra dari Mansur Syah, menjadi Sultan Melaka.
Tun Perak memiliki jabatan penting di kesultanan tersebut.
Tahun 1478
Wilayah Daha dibawah kepemimpinan Girindrawardhana, cicit Kertawijaya,
memberontak. Kerajaan Majapahit kacau. Bhre Kertabumi, Raja Majapahit di
Tumapel, pindah ke Demak. Girindrawardhana mengangkat dirinya sendiri
sebagai penguasa di Majapahit. Kerajaan Islam Demak didirikan oleh Raden
Patah (atau Fattah), seorang pangeran Majapahit (putra dari raja
Kertawijaya dari istri yang berketurunan Cina)Masjid didirikan di Demak.
Kesultanan Islam di Cirebon, sebelumnya dalah milik kerajaan Pajajaran
Raja Siliwangi.
Catatan: Sekitas
tahun 1490an, Portugis berlayar mengelilingi Afrika Selatan dan berlabuh
di India
Tahun 1486
Zainal Abidin menjadi Sultan Ternate, sampai 1500. (Penguasa Ternate
pertama yang bergelar Sultan dan bukan Raja)
Istana Majapahit
pindah ke Kediri.
Tahun 1488
Mahmud menjadi Sultan Melaka. Pertama kalinya menyebut kata Bandung
dalam catatan sejarah
Tahun 1495
Ciriliyati menjadi Sultan Tidore. (Penguasa pertama Tidore yang bergelar
Sultan dan bukan
Raja.)
Tahun 1498
Tun Perak, Panglima militer di Melaka, wafat. Catatan:
Sultan Mahmud dari
Melaka dianggap merupakan pimpinan yang lemah. Tun Perak dan
penggantinya memegang kendali kekuasaan di kesultanan tersebut. Beberapa
tahun tahun terakhir kekuasaan Mahmud dihabiskan untuk berperang melawan
Siam, sampai akhirnya Portuguese menaklukkannya di tahun 1511.
Tahun 1499
Berita-berita Cina, Italia, dan Portugis masih menyebutkan nama
Majapahit di tahun 1499
tanpa menyebutkan nama rajanya. Semakin meluasnya pengaruh kerajaan
kecil Demak di pesisir utara Jawa yang menganut agama Islam, merupakan
salah satu penyebab runtuhnya kerajaan Majapahit.
Tahun 1522
Majapahit tidak lagi disebut sebagai sebuah kerajaan melainkan hanya
sebuah kota. Pemerintahan di Pulau Jawa telah beralih ke Demak di bawah
kekuasaan Adipati Unus, anak Raden Patah, pendiri kerajaan Demak yang
masih keturunan Bhre Kertabhumi. Ia menghancurkan Majapahit karena ingin
membalas sakit hati neneknya yang pernah dikalahkan raja
Girindrawarddhana Dyah Ranawijaya.
Tahun 1513
Majapahit diserang olah pasukan DEmak, yang dipimpin oleh Sunan Kudus.
terjadilah perang besar selama 5 tahun (th 1513-1518) yg menewaskan
banyak senopati dan orang2 yg berpengaruh dikedua belah pihak. th 1518
Majapahit takluk, semua kekayaan dan keris pusaka diboyong ke Demak.
Sejarah Majapahit berakhir...beralih ke wilayah Jawa Tengah dengan R.
Patah / Jibun (anak dari Brawijaya IV ) edngan putri Cina, yg dibuang ke
Palemban
Tahun 1519
Aceh melepaskan diri dari kerjaaan Pasai pada tahun 1519 yang telah
dikuasasi oleh Portugis. Tahun 1524 M Pasai pun dia bebaskan dari
Portugis dan selanjutnya tunduk ke negeri baru Aceh. Perang kerajaan
Aceh dengan Portugis berlangsung selama 121 tahun (1520-1641 ).
Tahun 1582
R. Joko Kahiman, diangkat menjadi Bupati Banyumas Pertama
Tahun 1596
Kapal layar Belanda yang pertama datang ke Batavia
Era kolonial
Tahun 1602
Mulai tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan
menjadi penguasa wilayah yang kini adalah Indonesia, dengan memanfaatkan
perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang telah menggantikan
Majapahit
Tahun 1605
VOC datang kebumi pertiwi th 1605. Waktu itu belum
ada Indonesia. VOC tidak berminat pada adminstrasi teritorial- maklum
tukang dagang. Setelah VOC bangkrut pemerintah Belanda ambil alih (1825)
Tahun 1612
Seorang laksamana dari kerajaan Aceh bernama Sri
Paduka Gocah Pahlawan, bergelar Laksamana Khoja Bintan bersama
pasukannya menyerang dan menaklukkan kerajaan Haru di Sumatera Timur.
Tahun 1621
Nama Batavia dipakai sampai tahun 1942, setelah
itu nama kota berubah menjadi Jakarta. Tetapi bentuknya dalam bahasa
Melayu, yaitu "Betawi" Nama Batavia berasal dari kata Batavieren, salah
satu nama suku Germanik yang bermukim di tepi Sungai Rhein. Orang
Belanda dan sebagian orang Jerman adalah keturunan dari suku ini.Batavia
juga merupakan nama sebuah kapal layar tiang tinggi yang cukup besar
buatan Belanda (VOC), dibuat pada 29 Oktober 1628, dinakhodai oleh
Kapten Adriaan Jakobsz. Tidak jelas sejarahnya, entah nama kapal
tersebut yang merupakan awal dari nama Betawi-Batavia, atau bahkan
sebaliknya, pihak VOC yang menggunakan nama Batavia untuk menamai
kapalnya.
Kapal tersebut
akhirnya kandas di pesisir Beacon Island, Australia Barat. Dan seluruh
awaknya yang
berjumlah 268 orang berlayar dengan perahu sekoci darurat menuju kota
Batavia ini.
Tahun 1628
Sultan Agung dari Mataram menyerang Belanda di
Batavia (1628-1629)
catatan: Pada
tahun 1628, daerah Jatinegara sekarang masih merupakan hutan rimba yang
dijadikan tentara Mataram untuk bersembunyi sebelum menyerang Batavia.
Tahu begitu, maka Belanda menebangi banyak pohon di sekeliling benteng
Batavia termasuk pohon-pohon kelapanya. Maka, Batavia pun kekurangan
kelapa dan Belanda mendatangkan kelapa dari Pulau Cocos dekat Pulau
Christmas di Samudera Hindia.
Itu terjadi tahun
1632.
Tahun 1635
Pada tanggal 4 September 1635 telah dilakukan
kontrak dagang antara VOC dengan kesultanan Banjar. Isi kontrak itu,
antara lain, bahwa selain mengenai pembelian lada dan tentang bea cukai,
VOC juga akan membantu kesultanan Banjarmasin untuk menaklukkan Pasir,
dan melindungi Kesultanan Banjar terhadap serangan Mataram. Namun
kedatangan kapal Pearl Inggris di Banjarmasin, Tewseling dan Gregory
tanggal 17 Juni 1635 menambah masalah baru, sebab Inggris juga meminta
diperbolehkan secara resmi, untuk ikut berdagang dan mendirikan loji,
yang bagi VOC tentunya membahayakan eksistensinya di Banjarmasin.Sultan
memberi izin pada VOC membangun loji, sedangkan terhadap Inggris Sultan
sangat marah. Hal ini disebabkan Inggris telah menghasut orang Makassar,
agar menyerang Banjarmasin. Penolakan Sultan atas Inggris tidak
seluruhnya disetujui kerabat istana Banjarmasin, sehingga menimbulkan
klik-klik istana. Sebagian anggota Dewan Mahkota memihak Inggris seperti
Pangeran Marta Sahary, Raja Kotawaringin dan Raja Sukadana.
Klik pro Inggris ini
bertambah besar karena didorong keinginan terhadap perdagangan yang
bebas, sehingga sikap ini menyebabkan munculnya Contract Craemer
Opperkoopman VOC yang memaksakan agar kontrak tahun 1635 tetap
diberlakukan.
Pelayaran
perdagangan Banjar ke Batavia diberi VOC surat pas, sedangkan ke Cochin
Cina tidak diberikan meskipun Sultan Banjar memintanya. Keadaan ini
menunjukkan sikap VOC telah memaksakan monopoli perdagangannnya, hingga
tidak mengizinkan bagi pedagang Jawa, Cina, Melayu, Makassar untuk
menjalankan perdagangannya dengan kesultanan Banjarmasin. (Wikipedia)
Tahun 1640
Kabupaten Bima berdiri pada tanggal 5 Juli 1640 M,
ketika Sultan Abdul Kahir dinobatkan
sebagai Sultan Bima
I yang menjalankan Pemerintahan berdasarkan Syariat Islam. Peristiwa ini
kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Bima yang diperingati setiap tahun
Tahun 1645
Sultan Agung Hanyakrakusuma (Mataram) wafat Ia
diganti oleh putranya yang bergelar Amangkurat I Catatan: Mas Rangsang,
yang bergelar Sultan Agung Hanyakrakusuma. Di bawah pemerintahannya
(tahun 1613-1645) Mataram mengalami masa kejayaan. Ibukota kerajaan
Kotagede dipindahkan ke Kraton Plered. Sultan Agung merupakan raja yang
menyadari pentingnya kesatuan di seluruh tanah Jawa. Daerah pesisir
seperti Surabaya dan Madura ditaklukkan supaya kelak tidak membahayakan
kedudukan Mataram. Ia pun merupakan penguasa lokal pertama yang secara
besar-besaran dan teratur mengadakan peperangan dengan Belanda yang
hadir lewat kongsi dagang VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie).
Kekuasaan Mataram pada waktu itu meliputi hampir seluruh Jawa, dari
Pasuruan sampai Cirebon. Sementara itu VOC telah menguasai beberapa
wilayah seperti di Batavia dan di Indonesia Bagian Timur.
Tahun 1674
Pecahlah Perang Trunajaya yang didukung para ulama
dan bangsawan, bahkan termasuk putra mahkota sendiri. Ibukota Kerta
jatuh dan Amangkurat I (bersama putra mahkota yang akhirnya berbalik
memihak ayahnya) melarikan diri untuk mencari bantuan VOC. Akan tetapi
sampai di Tegalarum, (dekat Tegal, Jawa Tengah) Amangkurat I jatuh sakit
dan akhirnya wafat. Ia digantikan oleh Sunan Amangkurat II
Tahun 1677
Sunan Amangkurat II bertahta . Ia sangat tunduk
kepada VOC demi mempertahankan tahtanya.
Pada akhirnya Trunajaya berhasil dibunuh oleh Amangkurat II dengan
bantuan VOC, dan sebagai konpensasinya VOC menghendaki perjanjian yang
berisi: Mataram harus menggadaikan pelabuhan
Semarang dan Mataram
harus mengganti kerugian akibat perang. Kraton Kerta telah rusak, ia
memindahkan kratonnya ke Kartasura (1681).
Tahun 1703
Amangkurat II mangkat dan digantikan oleh
putranya, Sunan Mas (Amangkurat III). Ia juga menentang VOC. Pihak VOC
yang mengetahui rasa permusuhan yang ditunjukkan raja baru tersebut,
maka VOC tidak setuju dengan penobatannya. Pihak VOC lantas mengakui
Pangeran Puger sebagai raja Mataram dengan gelar Paku Buwana I. Hal ini
menyebabkan terjadinya perang saudara atau dikenal dengan sebutan Perang
Perebutan Mahkota I (1704-1708)Akhirnya Amangkurat III menyerah dan ia
dibuang ke Sailan oleh VOC. Namun Paku Buwana I harus membayar ongkos
perang dengan menyerahkan Priangan, Cirebon, dan Madura bagian timur
kepada VOC
Tahun 1719
Paku Buwana I meninggal dan digantikan oleh Amangkurat IV (1719-1727)
atau dikenal dengan sebutan Sunan Prabu , dalam pemerintahannya dipenuhi
dengan pemberontakan para bangsawan yang menentangnya, dan seperti biasa
VOC turut andil pada konflik ini, sehinggga konflik membesar dan
terjadilah Perang Perebutan Mahkota II (1719-1723). VOC berpihak pada
Sunan Prabu sehingga para pemberontak berhasil ditaklukkan dan dibuang
VOC ke Sri Langka dan Afrika Selatan.
Tahun 1727
Sunan Prabu meninggal dan diganti oleh Paku Buwana II (1727-1749). Pada
masa pemerintahannya terjadi pemberontakan China terhadap VOC. Paku
Buwana II memihak China dan turut membantu memnghancurkan benteng VOC di
Kartasura. VOC yang mendapat bantuan Panembahan Cakraningrat dari Madura
berhasil menaklukan pemberontak China. Hal ini membuat Paku Buwana II
merasa ketakutan dan berganti berpihak kepada VOC. Hal ini menyebabkan
timbulnya pemberontakan Raden Mas Garendi yang bersama pemberontak China
menggempur kraton, hingga Paku Buwana II melarikan diri ke Panaraga.
Dengan bantuan VOC kraton dapat direbut kembali (1743) tetapi kraton
telah porak poranda yang memaksanya untuk memindahkan kraton ke
Surakarta (1744).
13 Februari 1755
Terjadilah Palihan Nagari atau Perjanjian Giyanti
Isi perjanjian tersebut adalah: Mataram dibagi menjadi dua. Bagian barat
dibagikan kepada Pangeran Mangkubumi yang diijinkan memakai gelar
Hamengku Buwana I dan mendirikan kraton di Yogyakarta. Sedangkan bagian
timur diberikan kepada Paku Buwana III. Mulai saat itulah Mataram dibagi
dua, yaitu Kasultanan
Yogyakarta dengan
raja Sri Sultan Hamengku Buwana I dan Kasunanan Surakarta dengan raja
Sri Susuhunan Paku Buwana III.
Tahun 1756
Berdirinya kota Jogjakarta
Tahun 1771
Masjid Agung Jogjakarta didirikan
Tahun 1785
Lahirnya pangeran Diponegoro 1785
10 April 1815
Gunung Tambora yang berada di Pulau Sumbawa, NTB meletus.
27 Agustus 1883
Gunung Krakatau meletus, gunung api bawah laut di Selat Sunda.
20 Mei 1919
Gunung Kelud di Blitar, Jawa Timur, meletus pada tangah malam
Tahun 1855 - 1900
Era pabrik gula di Solo dan Jogya Subsidi Belanda bertenaga uap.
20 Mei 1908
Berdirinya Budi Utomo
17 Agustus 1945
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pembacaan teks Proklamasi di Jalan
Pegangsaan Timur 56.
18 Agustus 1945
Penetapan Undang-undang Dasar dan Pemilihan Presiden serta Wakil
Presiden Pertama Republik
Indonesia.
22 Agustus 1945
Pembentukan Komita Nasional, Partai Nasional Indonesia dan Badan
Keamanan Rakyat.
24 Agustus 1945
Terjadi persetujuan antara Kerajaan Inggris dengan Kerajaan Belanda yang
terjenal dengan nama "Civil Affairs Agreement", yang isinya disebutkan
bahwa panglima tentara pendudukan Inggris di Indonesia akan memegang
kekuasaan atas nama pemerintah Belanda. Dalam melaksanakan hal-hal yang
berkenaan dengan pemerintahan sipil, pelaksanaannya diselenggarakan oleh
NICA di bawah tanggung jawab Komando Inggris. Kekuasaan itu kemudian
akan dikembalikan kepada Kerajaan Belanda.
1 September 1945
Maklumat Perintah tanggal 31 Agustus 1945 menetapkan pekik perjuangan
"merdeka" sebagai salam nasional, yang berlaku mulai tanggal 1 September
1945.
2 September 1945
Pembentukan Kabinet Republik Indonesia Yang Pertama. Kabinet pertama ini
sesuai dengan sistem pemerintahan berdasarkan Undang-undang Dasar 1945,
dipimpin oleh Presiden Soekarno.
5 September 1945
Pernyataan Negeri Ngayogyakarto Hadiningrat sebagai Daerah Istimewa
Dalam Negara Republik Indonesia.
8 September 1945
Misi Sekutu Pertama.
* Tujuh perwira
Inggris di bawah pimpinan A.G. Greenhalgh pada tanggal 8 September 1945
telah diterjunkan dengan payung di lapangan terbang Kemayoran Jakarta.
Mereka adalah anggota misi Sekutu (Allied Mission) yang dikirim oleh
South East Asia Command (SEAC) dari Singapura, untuk mempelajari dan
melaporkan keadaan di Indonesia, menjelang pendaratan rombongan sekutu
yang direncanakan seminggu kemudian dengan kapal Inggris. Mayor
Greehalgh kemudian mengadakan hubungan dengan Jenderal Yamaguchi,
pimpinan tentara Jepang yang ada di Jakarta.
10 September 1945
Pengumuman Panglima Bala Tentara Kerajaan Jepang di Jawa: Pemerintahan
akan diserahkan kepada Sekutu dan tidak kepada pihak Indonesia.
16 September 1945
Laksamana Muda W.R. Patterson, Wakil Panglima SEAC Lorsd Louis
Mountbatten di Singapura, bersandar di Tanjung Priok dengan Kapal
Cumberland. Dalam Kapal itu turut serta C.H.O. Van der Plas, mewakili
Dr. H.J. van Mook, Kepala Netherland Indies Civil Administration (NICA)
yang kemudian diangkat menjadi Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda.
17 September 1945
Pembentukan Palang Merah Indonesia. Sedangkan Menteri Kesehatan saat itu
Dr. Boentaran Martoatmodjo mendapat perintah dari Presiden Soekarno
untuk membentuk PMI dengan menunjuk lima orang di bawah pimpinan Prof.
Dr. R. Mochtar.
19 September 1945
Rapat Raksasa di lapangan Ikada Jakarta menyambut Proklamasi Kemerdekaan
sedangkan sebagian peserta ada yang mengebarkan sepanduk bertuliskan "
Satu Tanah Air, Satu Bangsa, satu Tekad Tetap Merdeka"
19 September 1945
Dalam waktu yang bersamaan, terjadi peristiwa Insiden Bendera di
Surabaya. Insiden ini dipicu oleh beberapa orang Belanda yang
mengibarkan bendar Merah Putih Biru pada tiang di atas Hotel Yamato,
Tunjungan Surabaya.
29 September 1945
Pemdaratan Tentara Sekutu di Indonesia (AFNEI) Pelaksana tugas ini
adlaah Komando Asia Tenggara (South Each Asia Command) di bawah pimpinan
Laksamana Lord Louis Mountbatten. Mountabatten kemdudian membentuk suatu
komando khusus yang diberi nama Allied Forces Netherlands East Indies
(AFNEI) di bawah pimpinan Letnan Jenderal Sir Philip Christion. Tugas
AFNEI adalah 1. menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang.
2. membebaskan para
tawanan perang dan interniran Sekutu. 3. melucuti dan mengumpulkan orang
Jepang untuk kemudian dipulangkan ke negaranya.4. menegakkan dan
mempertahankan keadaan damai untuk kemudian diserahkan kepada
pemerintahan sipil dan; 5. menghimpun keterangan tentang dan menuntut
penjahat perang.
5 Oktober 1945
Pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Soeprijadi, pahlawan
perlawanan di Blitar diangkat sebagai Menteri Keamanan Rakyat, tetapi
karena Soeprijadi tidak terdengar kabar beritanya maka pada tanggal 20
Oktober 1945, diumumkan kembali pengangkatan pejabat-pejabat
dilingkungan Kementerian Kemanan Rakyat
sebagai berikut: 1.
Menteri Kemanan Rakyat Ad Interm Muhamad Suljoadikusumo 2. Pimpinan
Tertinggi TKR: Soeprijadi 3. Kepala Staf Umum TKP: Oerip Soemohardjo.
15 Oktober 1945
Pertempuran Lima Hari di Semarang Pertempuran ini bermula ketika kurang
lebih 400 orang Veteran Jepang (AL Jepang) yang pernah bertempur di
Solomon (Lautan Pasifik, sebelah TImur Pulau Irian) akan dipekerjana
untuk mengubah pabrik gula Cepiring, 30 km sebelah barat Semarang)
menjadi pabrik senjata.Mereka ternyata memberontak ketika akan
dipindahkan ke Semarang. Mereka menyerang polisi Indonesia yang mengawal
mereka.
16 Oktober 1945
Maklumat Wakil Presiden No. X - yang berbungi sebagai berikut: "Komite
Nasional Pusat Pemberian Kekuasaan Legislatif Kepada Komite Nasional
Pusat" Usulan supaya segera dibentuk Majelis Permusyawaratn Rakyat dan
Dewan Perwakilan Rakyat.
25 Oktober 1945
Pertemuan Pertama Presiden Soekarno dengan Pimpinan Tentara Sekutu.
3 November 1945
Maklumat Pemerintah tentang Pembentukan Partai- Partai Politik.
10 November 1945
Pertempuran Surabaya. Pertempuran ini merupakan rangkaian peristiwa yang
dimulai pada hari kedua sejak Brigade 49/Divisi India ke 23 tentara
Sekutu (AFNEI) di bawah komando Brigadir Jenderal A.W.A.
Mallaby mendarat
untuk pertama kalinya di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945. Pada
tanggal 27 Oktober 1945 mereka menyerbu penjara Republik untuk
membebaskan perwira-perwira sekutu dan pegawai RAPWI (Relief of Allied
Prisonners of War and Internees) yang ditawan Republik. Pada tanggal 28
Oktober 1945, pos-pos sekutu di seluruh Surabaya diserang oleh rakyat
Indonesia. Brigade Mallaby nyaris tewas. Tetapi justru saat terjadinya
penghentian tembak-menembak itu terjadi insiden yang belum pernah
terungkap secara jelas - Brigadir Jenderal Mallaby dimukan tewas
tertembak.
Kongres Pemuda
seluruh Indonesia sedang berlangsung di Yogyakarta ketika terjadi
pertempuran Surabaya. Mendengar berita itu, sebagian dari para pemuda
yang hadir dalam kongres itu yang berasal dari Surabaya pulang untuk
ikut bertempur di Surabaya.
14 November 1945
Pembentukan Kabinet Republik Indonesia Kedua (Kabinet Sjahrir)
17 November 1945
Pertemuan Pertama antara Republik Indonesia, Belanda dan Sekutu.
18 November 1945
Berdirinya Akademi Militer Tangerang
21 November 1945
Pertempuran Ambarawa
Pertempuran ini
dipicu oleh mendaratnya tentara sekutu di bawah pimpinan Brigadir
Jenderal Bethel di Semarang pada tanggal 20 November 1945
10 Desember 1945
Pertempuran "Medan Area" Awalnya berita tentang Proklamasi Indonesia
baru sampai di Medan pada tanggal 27 Agustus 1945. Berita ini
disampaikan oleh Mr. Teuku M. Hassan yang diangkat menjadi Gubernur
Sumatra oleh Pemerintah untuk menegakkan kedaulatan Republik Indonesia
dengan membentuk Komite Nasional Indonesia Wilayah Sumatra. Para pemuda
yang dipelopori oleh Achmad Tahir, seorang bekas perwira tentara
Sukarela (Giyukun), membentuk barisan pemuda Indonesia pada tanggal 13
September 1945, Mekera kemudian mengambil alih gedung-gedung pemerintah
dan merebut senjata dari tangan Jepang.
4 Januari 1946
Presiden dan
Wakil Presiden pindah ke Yogya
Menjelang akhir tahun 1945, keamanan
kota Jakarta makin memburuk. Tentara Belanda kian merajalalela dan
aksi-aksi teror yang dilakukan oleh mereka semakin meingkat . Pendaratan
pasukan marinir Belanda di Tanjung Priok pada tanggal 30 Desember 1945
menambah gentingnya keadaan. Mengingat situasi yang makin memburuk itu,
Presiden dan Wakil Presiden pindah ke Yogyakarta dan kemudian ibu kota
Republik Indonesia pun turut pula pindah ke Yogyakarta. Sementara
Perdana Menteri Sjahrir untuk sementara tetap di Jakarta.
9 Febuari 1946
Berdirinya
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
Kongres wartawan di Solo membuahkan
hasil disepakatinya pendirian suatu organisasi yang diberi nama
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
10
Febuari 1946
Permulaan Perundingan
Indonesia-Belanda
Pada
Perundingan Indonesia-Belanda ini H.J. van Mook, Wakil Gubernur Jenderal
Hindia Belanda dan Pemimpin Nica mengeluarkan pernyataan sebagai
berikut: 1. Indonesia akan dijadikan negara commonwealth berbentuk
federasi yang memiliki pemerintahan sendiri (self-government) di dalam
lingkungan kerajaan Belanda. 2. Masalah dalam negeri diurus oleh
Indonesia, sedangkan urusan luas negeri diurus oleh Pemerintah Belanda.
3. Sebelum dibentuk commonwealth, akan dibentuk pemerintahan peralihan
selama 10 tahun
12
Febuari 1946
Usulan Pemerintah Indonesia
1. Republik
Indonesia harus diakui sebagai negara yang berdaulat penuh atas wilayah
bekas Hindia Belanda. 2. Federasi Indonesia-Belanda akan dilaksanakan
dalam masa tertentu dan urusan luar negeri dan pertahanan diserahkan
kepada badan federasi yang terdiri atas orang-orang Indonesia-Belanda.
3. Tentara Belanda segera ditarik dari Indonesia dan jika perlu diganti
dengan tentara Republik Indonesia. 4. Selama perundingan berlangsung
semua aksi militer harus dihentikan dan pihak Republik akan melakukan
pengawasan terhadap pengungsian tawanan Belanda dan interniran lainnya.
26
Febuari 1946
Berdirinya KOWANI
Dalam
konferensi yang diselenggarakan di Solo, 24-26 Februari 1946, beberapa
organisasi wanita Indonesia memutuskan untuk mendirikan sebuah badan
gabungan yang diberi nama "Badan Kongres Wanita Indonesia" (Kowani)
3 Maret
1946
Berdirinya Balai Perguruan Tinggi
Kebangsaan Gadjah Mada.
Untuk
pertama kalinya cikal bakal lahirnya universitas Gadja Mada ini hanya
memiliki dua Fakultas. yakni Fakultas Hukum dan Fakultas Sastra.
23 Maret
1946
Meletusnya peristiwa Bandung Lautan
Api
9 April
1946
Lahirnya Tentara Republik Indonesia
Angkatan Udara (TRI-AU). Keputusan Pemerintah Nomor 6/SD Tahun 1946.
24 April
1946
Pengangkutan Tawanan Perang Sekutu
Pertama untuk dipulangkan dari Indonesia
28 April
1946
Penyerahan Tawanan Jepang kepada
tentara sekutu
1 Juli
1946
Lahirnya Kepolisian Negara
3 Juli
1946
Peristiwa Tan Malaka
5 Juli
1946
Bank Negara Indonesia (BNI-1946)
berdiri
15 Juli
1946
Konferensi Malino
19 Juli
1946
Perubahan Nama TRI-Laut menjadi
Angkatan Laut Republik Indoensia
21 Juli
1946
Kunjungan Uturan Pemerintah
Australia, R.C. Kirby ke Indonesia.
20 Agustus
1946
Bantuan Beras rakyat Indonesia kepada
rakyat India
20 September
1946
Perundingan Gencatan Senjata antara
Republik Indonesia dengan pihak Sekutu dan Belanda
1 Oktober 1946
Oeang Repoeblik Indonesia (ORI)
diedarkan. UU No. 17 Tahun 1946
7 Oktober 1946
Perundingan Indonesia - Belanda
12 November 1946
Pembentukan Dewan Kelaskaran Pusat
dan Seberang.
(bersambung)
|